Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Terapkan Protokol Kesehatan

Polres Trenggalek – Langkah serius team gugus penanganan covid 19 di desa-desa di wilayah Kecamatan Karangan tidak pernah surut semangatnya, Berbagai langkah ditempuh sesuai standart operasional prosedur dalam bertindak untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Setelah pembukaan kembali kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, event maupun pentas seni, seperti yang terlihat salah satu warga Desa Buluagung Kecamatan Karangan mengadakan hajatan pesta pernikahan.

Kali ini Bhabinkamtibmas Desa Buluagung Bripka  Siswanto bersama dengan satgas Desa Buluagung melaksanakan pengamanan dan pemantauan giat pernikahan di Tempat hajatan, selain melakukan pengawasan Bripka Siswanto juga memberikan himbauan dan penekanan kepada yg punya hajat, terkait pelaksanaan hajatan harus mematuhi prokes sesuai SE Bupati Trenggalek Nomor :360/867/406.029/2021 ttg pelaksanaan ijin hajatan di masa pamdemi Covid 19 guna mencegah dan memutus rantai penularan covid 19 khususnya di wilayah Kab. Trenggalek.

Bhabinkamtibmas Desa Buluagung Polsek Karangan Bripka Siswanto bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Desa Buluagung Kecamatan Karangan melaksanakan pengawasan Pengaman Suasana hajatan di era Adaptasi Kebiasaan Baru, ditempat Warga Desa Buluagung Kecamatan Karangan diharapkan bisa tetap diterapkan mematuhi protokol kesehatan konsep hajatan yang diperbolehkan adalah untuk undangan dibatasi per satu waktu dan ruangan hanya 30 orang saja. Sehingga undangan akan dilakukan bertahap dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ucap Bripka Siswanto.

Bripka Siswanto menegaskan jika ini akan menjadi awal penting untuk memasuki era kebiasaan yang baru, Dan dimohon untuk menyebarkan kabar ini kepada seluruh masyarakat, apabila ingin menggelar hajatan (pernikahan) agar mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Sudah kita lihat bersama tadi mulai masuk ke lokasi pernikahan ada pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker dan mencuci tangan atau dengan menggunakan hand sanitizer,” imbuhnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa, Satgas Desa juga diminta untuk memastikan setiap desa hanya diperbolehkan untuk 1 hajatan ditempat tersebut. Sehingga gugus tugas dalam hal ini 3 pilar bisa mengontrol protokol kesehatannya.

“Yang berbeda hajatan di era Adaptasi Kebiasaan Baru ini nantinya adalah memakan waktu yang lebih lama. Mengingat undangan yang hadir harus bergantian per 30 %  saja,” Selain itu, dalam setiap acara hajatan di era kebiasaan baru, wajib menggunakan vendor lokal. Dan tidak diperkenankan memakai vendor dari luar Trenggalek. Dengan harapan sejauh ini masih diyakini untuk transmisi lokal penyebaran Covid-19 belum ada di Trenggalek.

Jika dalam setiap bentuk keramaian, hajatan atau apapun harus mendapatkan ijin dari Satgas Desa. Apabila tidak mematuhi, 3 pilar akan mengingatkan terlebih dahulu sebelum acara dimulai. Makanya hanya diperbolehkan di 1 desa hanya boleh 1 acara hajatan dalam 1 hari, agar Satgas Desa bisa memastikan tugasnya.

Terkait sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada, maka acara akan dihentikan. Dan akan boleh dilanjutkan jika sudah mematuhi protokol kesehatan sesuai arahan dari Satgas Covid-19″ Pungkas Bripka Siswanto .