PolresTrenggalek.com
Polsek Pule

Final Permasalahan Yang Sempat Menggegerkan, Polsek Pule Lakukan Tabayun

Polres Trenggalek – Sudah menjadi keharusan untuk mengatakan yang sebenarnya mengenai kejadian yang dilakukan, seperti pada peristiwa Habib Rizieq yang pada waktu itu tersandung chat Porno. Dalam pembelaan diripun dilakukan bahwa itu tidak benar dan menghembuskan kabar kriminalisasi dalam kelanjutan perkara yang menjeratnya. Semua tersangka memang memiliki hak untuk membela dirinya, akan tetapi alat bukti yang sudah cukup bisa saja tetap mengarahkan kepada perbuatan pidana yang dilakukan.

Untuk memperoleh kebenaran kejadian, perlunya klarifikasi kepada kedua belah pihak yang berperkara. Begitu juga pada perkara yang menghebohkan warga Dusun Ngugur Pule kemarin malam, Sabtu (26/8/2017). Polsek Pule Polres Trenggalek menghadirkan para yang terlibat dalam kejadian, yang menurut informasi akan melakukan perbuatan perselingkuhan antara SN dan SL. Setelah beberapa hari kemudian menunggu pihak yang berhak mengadukan kejadian karena merupakan delik aduan (klacth delick) yang hanya bisa diproses melalui penyidikan bila adanya laporan dari suami yang merasa dirugikan.

Pertemuan antara SN dengan GP suami dari SL yang semua dijadwalkan hari Selasa (29/8/2017), sudah direncanakan pihak Polsek Pule Polres Trenggalek untuk menentukan arah selanjutnya. dengan didampingi SL istrinya GP menuju Polsek Pule untuk bertemu dengan SN. Setibanya di Polsek Pule sempat terjadi ketegangan antara GP dan SN, karena jengkelnya suami SL ini lantaran dirasa SN tidak menepati waktu yang diharuskan datang dari pihak kepolisian. Beruntung kejadian yang sempat bersitegang sebentar ini, mendapat lerai dari Kanit Reskrim Polsek Pule Aiptu Subagyo,SH. Dengan diinterogasi melalui wawancara dari pihak GP akhirnya memaafkan atas kejadian SN yang menggegerkan warga Pule, dan tidak akan melaporkan istrinya maupun SN kepada pihak Polsek Pule dengan akan lebih membina keberadaan istrinya.

Dari hasil tabayun yang dilakukan, masing masing pihak sudah mengakui kesalahan yang telah dilkukan dengan memberikan isi pernyataan yang intinya tidak mengulangi perbuatan mereka. Dari pihak SN sendiri sudah merasa bersalah atas berkunjungnya kerumah SL pada waktu GP tidak berada dirumah, dan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama untuk kedepannya. Selain dari itu, kedua belah pihak tidak akan saling bertemu pada saat dirumah maupun di tempat lain diluar rumah, dan tidak akan melakukan balas dendam kepada pihak manapun atas kejadian yang pernah dilakukan.

“Kita sudah lakukan Restoratif Justice kepada kedua belah pihak untuk saling berunding menentukan arah yang akan dilakukan, apabila tidak ditemukanya solusi mengenai kejadian yang ada. Dengan dilaporkanya dari masing -masing pihak yang merasa dirugikan baik suami SL maupun Istri dari SN, kita lanjutkan pada penyidikan. Yang mana dari pihak suami SL yang memaafkan SN, kita urungkan dengan dibuatkan pernyataan yang memiliki kekuatan hukum,” Jelas Kanit Reskrim Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Subagyo, SH.

baca juga :

Kendala Dalam Pengelolaan Perairan Umum Disampaikan Narasumber

Penempelan Stiker di Rumah Warga

Patroli strada Amankan Jalanan Pule

@2021 Polres Trenggalek