PolresTrenggalek.com
Headline Polres Trenggalek

Bongkar Dugaan Korupsi Dana BLM PUAP, Polisi Trenggalek Periksa Bendahara Gapoktan

Polres Trenggalek – Seorang perempuan berinisial HT, warga desa Prigi kecamatan Watulimo harus berurusan dengan Polisi lantaran diduga melakukan penyelewengan Dana Bantuan Langsung Masyarakat Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (BLM PUAP) tahun 2011 Gapoktan Langgeng yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 138.238.000,-

AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. dalam konferensi pers yang digelar siang ini di Mapolres membenarkan perihal kejadian tersebut. Selasa (15/01)

“Tersangka yang diketahui bertindak selaku bendahara Gapoktan Langgeng tersebut patut diduga menyalahgunakan wewenang dan melakukan perbuatan melawan hukum dengan membuat Rencana Usaha Bersama (RUB) Gapoktan Langgeng fiktif untuk mendapatkan dana BLM PUAP 2011 dari Kementerian Pertanian sebesar Rp 100.000.000,-.“ Ungkap AKBP Didit

“Setelah dana cair dan berkembang oleh pelaku diselewengkan/digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa persetujuan kelompok dan tidak sesuai dengan petunjuk teknis dan pedoman umum pengelolaan dana bantuan tersebut.”Imbuhnya

Berdasarkan serangkaian penyelidikan yang dilakukan Unit Tipikor Satresrim Polres Trenggalek diketahui bahwa sesuai laporan pengembangan dana per bulan Mei 2018, total dana PUAP sebesar Rp. 202.757.749,-. Dari jumlah dana tersebut digunakan diantaranya sebesar Rp. 45.002.000,- dikembangkan oleh Gapoktan Langgeng sesuai dengan RUK dan RUB, sebesar Rp. 11.400.000,-  digunakan untuk pengadaan alat pertanian, studi banding anggota dan biaya RAT Gapoktan Langgeng, sebesar Rp. 8.117.749,-di dalam rekening Gapoktan Langgeng.

Sedangkan sisanya sebesar Rp. 138.238.000,- digunakan oleh pelaku untuk kepentingan pribadi tanpa pertanggungjawaban yaitu untuk usaha kripik pisang yang kemudian bangkrut.

“Petugas telah mengamankan barang bukti diantaranya surat penetapan Gapoktan Langgeng selaku penerima dana PUAP, dokumen pencairan dana BLM PUAP dari Kementerian Pertanian dan dari rekening Gapoktan Langgeng, Pedum dan Juknis pengelolaan dana BLM PUAP, surat pembentukan Gapoktan Langgeng, dokumen hasil musyawarah Gapoktan Langgeng, laporan perkembangan dana BLM PUAP Gapoktan Langgeng, laporan pertanggungjawaban tutup tahun 2016 Gapoktan Langgeng, Rekening koran bank BRI milik Gapoktan Langgeng, uang tunai kurang lebih Rp. 8.000.000,-, alat-alat produksi kripik pisang milik HT.”Pungkasnya

Tersangka dikenakan pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi subs pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001 dan/atau pasal 9 UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal 1 milyar rupiah.

baca juga :

Dua Bhabinkamtibmas Polres Trenggalek Terima Penghargaan Kapolda Jatim

Silaturahmi Kapolres Trenggalek Bersama Tokoh Masyarakat Durenan

Adhis Polres Trenggalek

Sambang Desa Bhabinkamtibmas Desa Bendoagung

@2021 Polres Trenggalek