Sempat Viral, Bakteri Antraks Serang Manusia, Forkopimca Bendungan Ambil Langkah Cepat

oleh -17 views

Polres Trenggalek – Beredarnya kabar tentang beberapa ternak sapi yang terjangkit penyakit antraks di desa Sidomulyo, kecamatan Pagerwojo, kabupaten Tulungagung membuat resah warga di Kecamatan Bendungan.

Pasalnya, selain sempat viral di media sosial, bakteri antraks yang menyerang sapi tersebut diduga sudah bermutasi dan menular kepada para peternak di wilayah setempat.

Tak ayal, hal itu menjadi kekhawatiran warga terutama para peternak sapi perah yang ada di wilayah Bendungan, mengingat lokasinya berbatasan langsung dengan kecamatan paling utara di kabupaten Trenggalek ini.

Guna mengantisipasi menyebarnya penyakit menular hewan tersebut, hari ini jajaran Forkopimca Bendungan menginisiasi rapat koordinasi dengan tema “Kewaspadaan Dini terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).

Dipusatkan di pendapa kecamatan Bendungan, Rakor tersebut juga menghadirkan Kasitrantib kecamatan Bendungan, para mantri hewan, tiga pilar desa Depok dan desa Botoputih, Jumat (11/6/2021).

Mengawali sambutannya, Camat Bendungan, Nurkolik, S.STP menyerukan, agar semua pihak turut mengantisipasi menyebarnya penyakit hewan menular tersebut terutama bagi warga desa Depok dan Botoputih.

“Semua pihak mohon ikut berpartisipasi untuk mencegah PHMS ini menyebar di wilayah Bendungan terutama di desa Depok dan Botoputih yang merupakan sentra peternakan sapi perah. Kepada saudara mantri hewan mohon dijelaskan secara detail tentang penyakit antraks dan cara mengantisipasinya,” ucap Nurkolik.

Dari keterangan Rudly, salah satu mantri hewan yang hadir di lokasi, bahwa penyakit antraks termasuk PHMS yang harus mendapat perhatian serius.

Ia melanjutkan, antraks merupakan bakteri yang dapat bertahan dalam kondisi lembab selama 70 tahun.

Adapun hewan ternak yang terjangkit antraks, kata Rudly, diawali dengan demam tinggi, perut kembung, minumnya banyak, dan tidak mau makan.

“Informasi terakhir ada 6 orang di wilayah Pagerwojo yang sudah terkonfirmasi. Cara penularan kepada manusia bisa melalui udara, bersentuhan langsung atau melalui perantara hewan lain, serta bisa menular ke hewan lain selain sapi,” terang Rudly.

Masih kata Rudly, sejauh ini pihaknya bersama Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan cara mensosialisasikan bahaya antraks kepada para peternak termasuk pedagang di wilayah kecamatan Bendungan.

“Sejauh ini, kami bersama Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek sudah melakukan langkah-langkah antisipasi. Kepada para peternak maupun pedagang yang ada di wilayah Bendungan untuk sementara waktu jangan melakukan proses jual beli hewan ternak dari daerah terjangkit. Selain itu, kebersihan kandang juga menjadi faktor utama agar terhindar dari PHMS ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Bendungan, AKP Bambang Purwanto, S.H.,M.H. yang juga hadir di lokasi menegaskan, Polsek Bendungan siap bersinergi dengan instansi terkait untuk mendukung upaya pencegahan penularan PHMS tersebut.

“Kami siap mem-backup upaya pencegahan PHMS ini bersama instansi terkait. Seoptimal mungkin jangan sampai pandemi PHMS menyebar di wilayah Bendungan,” tegasnya.

Menguatkan pernyataannya, AKP Bambang menyampaikan, melalui peran Bhabinkamtibmas pihaknya segera mengambil langkah cepat untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutama di sentra peternakan sapi perah tentang upaya pencegahan PHMS.

“Bhabinkamtibmas segera kami turunkan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan PHMS. Tak hanya kepada para peternak, nanti akan dikembangkan kepada komunitas pedagang ternak juga,” ujar AKP Bambang.

Sebelum Rakor diakhiri, telah disepakati bersama bahwa dalam waktu dekat ini tim gabungan akan melakukan pendataan hewan ternak yang sudah berumur 8 tahun ke atas untuk dilakukan vaksinasi.

“Pendataan dan vaksinasi difokuskan kepada hewan ternak yang berumur 8 tahun ke atas. Sebelum Idul Adha harus sudah selesai,” tambah Rudly.

No More Posts Available.

No more pages to load.