Bhabinkamtibmas Bahas Kamtibmas Dalam Musyawarah Masyarakat Desa

oleh -11 views

Polres Trenggalek – Aipda Andik Iswahyudi Bhabinkamtibmas Desa Tanggaran melaksanakan  kegiatan Musyawarah Masayarakat Desa ( MMD ) di balai Desa Tanggaran, Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek, itu pada selasa siang kemarin ( 29/6 ).
Dalam kegiatan yang dimulai pada pukul 10.30 wib sampai dengan selesai tidak lepas dalam pembahasan penanganan Covid-19 di desa.

Bhabinkamtibmas Desa Tanggaran Aipda Andik Iswahyudi dalam kegiatanya mengatakan selain dirinya juga hadir dalam kegiatan tiga pilar desa lainya seperti nampak kades Jemiyo dan Babinsa Desa Tanggaran, Perwakilan Puskesmas Pule, Perangkat desa dan Kader Posyandu.
Kegiatan MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) Tanggaran sebagai bentuk kegiatan yang merencanakan kebutuhan masyarakat di desa untuk kesejahteraan masyarakat melalui program yang diusulkan lewat desa dan evaluasi kegiatan di desa Tanggaran serta upaya upaya pencegahan Covid-19 dengan cara 3 M (memakai Masker,mencuci Tangan memakai Sabun di bawah air mengalir serta menjaga Jarak).

Tujuan dilaksanakannya Musyawarah Masyarakat Desa adalah sebagai berikut agar Masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya, Masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan Desa Siaga dan Poskesdes serta Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, melaksanakan desa siaga dan poskesdes.
Pentingnya menjaga kamtibmas dan hidup saling menghargai serta menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit seperti DB (Demam Berdarah) yang disebabkan oleh nyamuk.

Kepada masyarakat apabila ada keluarganya sakit segera mungkin diperiksakan ke dokter atau dibawa ke rumah sakit. Adanya rapat MMD ini untuk memotivasi masyarakat agar menerapkan hidup bersih untuk mencegah menyebarnya penyakit, serta menambah pengetahuan, masyarakat saling menjaga silaturrahmi, semoga dengan MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) bisa menjaga kekompakkan masyarakat.

Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan serta kemauan untuk untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana, dan kegawadaruratan, kesehatan secara mandiri. Dengan indikator keberhasilan pengembangan desa siaga dapat diukur dari 4 kelompok indikator, yaitu : indikator input, proses, output dan outcome (Depkes, 2009).

Indikator input diantaranya jumlah kader desa siaga, jumlah tenaga kesehatan di poskesdes, tersedianya sarana (obat dan alat) sederhana, tersedianya tempat pelayanan seperti posyandu, Tersedianya dana operasional desa siaga,tersedianya data/catatan jumlah KK dan keluarganya.

No More Posts Available.

No more pages to load.