Jangan Berkerumuan, Langkah Bagus Cegah Penyebaran Covid-19

oleh -48 views

Polres Trenggalek – Kerumunan berpotensi meningkatkan jumlah kasus Covid-19. Sedangkan saat ini angka kasus Covid-19 di Indonesia masih terhitung tinggi. Oleh karena itu,menjauhi kerumanan dan mobilitas aktifitas di luar dengab kegiatan di rumah saja dikatakan petugas patroli polsek Pule Polres Trenggalek pada warga saat pengamanan Vaksinasi Covid-19, itu pafa siang kemarin Senin ( 26/7 ).

Selain itu, adanya vaksinasi maasal yang digelar di tiap gerai presisi di tiap Puskesmas dalam solusi cegah Covid-19. Tes COVID-19 yang dilakukan secara masif dan massal masih menjadi salah satu solusi untuk melacak dan memutus rantai penyebaran virus corona selama pandemi. Maka itu, dorongan untuk tes secara rutin terus disampaikan kepada masyarakat agar dapat beraktivitas dan bermobilisasi dengan lebih aman.

Sampai saat ini, telah tersedia pilihan tes COVID-19 dengan beragam metode yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Diantaranya tes molekuler isotermal, RT-PCR, tes antibodi, dan tes antigen. Khusus untuk tes antibodi, terdapat dua jenis tes yaitu rapid antibodi dan serologi. Walaupun memiliki manfaat yang sama untuk mendeteksi COVID-19, namun setiap tes tetap mempunyai perbedaan terutama dalam hal target deteksinya.

 

Tes swab antigen, atau yang juga dikenal dengan rapid antigen, merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi protein virus corona (antigen) yang terdapat pada bagian dalam hidung (mukosa nasofaring), dimana petugas kesehatan akan mengusap (swab) bagian dalam hidung untuk mengambil sampel. Tes ini berbeda dari tes antibodi yang mendeteksi antibodi atau zat yang dibentuk tubuh sebagai respons terhadap infeksi yang ada di dalam darah.

Dalam praktiknya, tesswab antigen mendeteksi virus lebih dini atau dalam 7 hari pertama sejak munculnya gejala, dibanding tes rapid antibodi yang mendeteksi antibodi terhadap virus corona pada minggu kedua infeksi. Dilihat dari segi biaya dan hasil tes, tesswabantigen juga memiliki biaya yang lebih terjangkau dan waktu tunggu hasil pemeriksaan yang lebih cepat, yaitu 15-30 menit saja.

Walaupun memiliki banyak keunggulan, tesswab antigen hanya dapat mendeteksi virus corona dalam jumlah tinggi. Jumlah virus tertinggi hanya terdapat pada 7 hari pertama sejak gejala pertama muncul. Oleh karena itu, tesswab antigen tidak direkomendasikan untuk seseorang yang telah menunjukkan gejala lebih dari 7 hari karena dapat memberikan hasil yang tidak akurat (false negative).

No More Posts Available.

No more pages to load.