Sukses Bergeser ke Zona Kuning, Kapolres Trenggalek Apresiasi Stakeholder dan Masyarakat

Polres Trenggalek – Kerja keras seluruh stakeholder dan masyarakat Kabupaten Trenggalek dalam akselerasi penanganan penyebaran Covid-19 berbuah manis. Bagaimana tidak, berdasarkan data resmi dari Kominfo Provinsi Jatim, tertanggal 15 September 2021 zona oranye di Jawa Timur hanya menyisakan satu daerah saja. Sedangkan lainnya sudah bergeser masuk zona kuningatau risiko rendah. Termasuk diantaranya adalah Kabupaten Trenggalek.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H. menyatakan bahwa kesuksesan tersebut tak lepas dari peran serta dan kerja keras semua pihak dan tentunya masyarakat Kabupaten Trenggalek.

Berbagai upaya yang tergelar, seperti peningkatan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan vaksinasi serta langkah pencegahan persuasif terbukti cukup efektif menekan laju penyebaran Covid-19.

“Kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berperan aktif membantu, mendukung dan mensukseskan pengendalian Covidp-19 di Kabupaten Trenggalek. Para Nakes, vaksinator, petugas Kepolisian, TNI, Satpol PP, Satgas Covid-19 serta semua stakeholder yang tak pernah lelah berjibaku dalam penanganan Covid-19 ini” Ungkap AKBP Dwiasi.

Selain itu lanjut AKBP Dwiasi, pihaknya juga mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Trenggalek yang turut ambil bagian dengan mandiri dan penuh kesadaran selalu menerapkan protokol kesehatan secara.

Selama 7 Minggu berturut-turut, data terkonfirmasi Covid-19 Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan angka penurunan signifikan didukung dengan tingkat kesembuhan yang relatif tinggi. Sementara BOR juga mengalami penurunan hampir 86% dari kapasitas.

“Kita sangat bersyukur dengan situasi ini. Namun tidak boleh lengah. Pengalaman lonjakan kasus sebelumnya. Fase yang paling berat adalah diuji kedisiplinan dan ketahanannya agar tidak mengalami lonjakan kasus kembali.” Imbuhnya

AKBP Dwiasi menambahkan, dari evaluasi penanganan Covid-19, upaya paling efektif, termurah dan termudah adalah disiplin prokes secara kolektif. Oleh sebab itu edukasi, imbauan maupun operasi yustisi patuh prokes harus tetap dilakukan.

“Jangan kendor. Tetap manuto prokes untuk kesehatan dan keselamatan kita bersama” pungkasnya