Gerakan Orang Tua Asuh, Kasatlantas Trenggalek: Wujud Kepedulian di Tengah Pandemi Covid-19

Polres Trenggalek – Memperingati HUT ke-66 Lalu Lintas, Polres Trenggalek menggelar gerakan orang tua asuh bagi anak yatim piatu terdampak covid-19. Anak yatim piatu ini merupakan anak-anak yang berusia remaja atau masih bersekolah dimana orang tua mereka menjadi korban dari Covid-19.

Pengangkatan orang tua asuh itu sendiri secara simbolis telah digelar di taman batu Mapolres Trenggalek yang dihadiri oleh Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H. bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek. Jumat, (17/9).

AKBP Dwiasi menuturkan berdasarkan data, di Kabupaten Trenggalek terdapat sedikitnya 167 anak yatim piatu yang terdampak Covid-19. Gerakan orang tua asuh ini telah tergelar sejak kemarin dengan memberikan bantuan, santunan hingga tabungan pendidikan.

“Kita bantu mereka agar tetap semangat dan dapat melanjukan kehidupan dan pendidikan untuk meraih masa depan yang tentunya lebih baik lagi.” Ujar AKBP Dwiasi.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Meita Anisa Saputra, S.I.K., M.H., M.Si. menuturkan selain pengangkatan orang tua asuh, dalam rangka memperingati Hari Jadi Lalu Lintas yang mengambil tema `Polantas yang Presisi, Tangguh dan Tumbuh di Era Kenormalan Baru` ini, pihaknya juga melakukan beberapa kegiatan sosial seperti Polisi Sahabat Anak atau yang lebih dikenal dengan sebutan Polsanak, vaksinasi serta trauma healing khusus bagi anak-anak terdampak Covid-19.

“Total ada 167 anak yatim piatu yang diasuh oleh anggota Polri. 113 diantaranya diasuh oleh anggota Satlantas Polres Trenggalek. Jadi satu anggota ada yang mengasuh 2 sampai 3 orang anak. Rata-rata berusia 10-12 tahun” Ungkap AKP Meita.

Sedangkan untuk bantuan yang diberikan lebih diarahkan kepada keberlangsungan hidup dan pendidikan dari masing-masing anak asuh seperti bantuan sembako, tabungan pendidikan, seragam, tas, buku maupun perlengkapan sekolah lainnya.

AKP Meita menuturkan, fokus lainnya adalah memberikan bantuan trauma healing sekaligus membangun semangat dan motivasi agar mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan baik khususnya bagi anak-anak yang berusia dibawah 12 tahun.

Agar lebih optimal, pihaknya berkolaborasi bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) dengan memberikan pendampingan dan konseling secara simultan.

“Pengasuhan akan dilakukan berkelanjutan, karena tidak mungkin hanya sekali. Ke depan, kita agendakan setiap bulan ada kegiatan, belejar bersama atau yang lain.” Pungkasnya.