Mulai Pergantian Musim, Satlantas Trenggalek Petakan Jalur Rawan Bencana Alam

Polres Trenggalek – Peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan disikapi serius oleh jajaran Satlantas Polres Trenggalek. Guna mengantisipasi gangguan Kamtibselcarlantas khususnya jalur nasional dan provinsi, Satlantas Polres Trenggalek menggelar patroli sekaligus pemetaan titik-titik rawan bencana alam.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Meita Anisa Saputra, S.I.K., M.H. M.Si. mengatakan, pemetaan yang digelar mulai dari perbatasan Trenggalek-Tulungagung hingga Ponorogo ini sangat penting sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.

Meskipun belum benar-benar masuk musim penghujan, namun di Kabupaten Trenggalek sempat terjadi beberapa kali bencana alam tanah longsor yang berakibat jalan penghubung utama baik antar desa maupun kecamatan tertutup total.

“Kita petakan terlebih dahulu spot mana saja yang rawan terjadi bencana alam, utamanya yang menyangkut akses ekonomi masyarakat. Kita persiapkan betul mitigasinya sehingga jika benar-benar terjadi kita sudah siap. Mulai dari sistem evakuasi, pembersihan material dan lain-lain. Kita utamakan keselamatan masyarakat dan tentunya para pengguna jalan.” Jelasnya.

Sementara itu, Kanikamsel Satlantas Polres Trenggalek Aiptu Ali Wibowo, S.H., dengan karakter wilayah Trenggalek yang sebagian besar adalah pegunungan serta sungai yang melintas di jalur transportasi sangat rentan timbul kerawanan longsor maupun terjadinya genangan air/banjir.

Beberapa titik rawan bencana alam yang wajib diwaspadai oleh para pengendara terlebih saat hujan diantaranya berada di jalur Trenggalek-Ponorogo tepatnya di KM 16-18 serta jalur lintas kecamatan yang berada di wilayah pegunungan.

“Pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya tanah longsor, namun demikian kewaspadaan dan kehati-hatian tetap mutlak dilakukan pengendara saat melintas.” Ujar Aiptu Ali

Hasil dari patroli dan pemetaan ini, lanjut Aiptu Ali akan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk merumuskan langkah antisipatif seperti pemasangan rambu-rambu peringatan, penyiapan alat berat, rekayasaya lalu lintas dan lain-lain.

“Harapannya tentu jangan sampai terjadi bencana alam. Kesiapan ini untuk meminimalkan resiko.” Pungkasnya