Waspada Hadapi Bencana Alam, Polres Trenggalek Gelar Apel Kesiapsiagaan

Polres Trenggalek – Memasuki musim penghujan, jajaran Kepolisian Resor Trenggalek meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi bencana alam. Hal tersebut tercermin dalam apel gelar pasukan kesiapan penanggulangan bencana alam yang digelar dihalaman Mapolres Trenggalek. Senin, (25/6).

Bertindak selaku pimpinan apel adalah Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H., Wakil Bupati Syah M. Natanegara dan Dandim 0806 Letkol  Arh. Uun Samson Sugiharto, S.I.P., M.I.Pol.

Sedangkan peserta upacara terdiri dari personel Polres Trenggalek, Kodim 0806, Satpol PP, Dishub, Dinkes, BPBD, Tagana, Basarnas, Orari, Rapi, Senkom, PU Bina Marga dan Pramuka.

Dalam amanat Gubernur Jawa Timur yang dibacakan oleh Wakil Bupati mengatakan Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di pulau jawa yang sering dilanda bencana khususnya bencana alam hidrometeorologi. Hal ini disebabkan Jawa Timur berada pada dua aliran sungai besar yaitu sungai Bengawan Solo dan sungai Brantas, bahkan menurut data dari BPBD Jawa Timur mencatat sejak tanggal 1 januari sampai 19 maret 2021 telah terjadi 258 bencana banjir di wilayah jawa timur, sebelas diantaranya merupakan banjir bandang dan tiga kali terjadi banjir rob.

“Melihat besarnya ancaman bencana alam hidrometeorologi tersebut, maka perlu meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat ini akan memasuki musim penghujan dimana berdasarkan data dari BMKG wilayah Jawa Timur akan memasuki musim penghujan pada bulan November dan puncaknya pada bulan Januari hingga Februari tahun 2022.” Ujar Wakiol Bupati muda ini.

Pihaknya juga mengingatkan agar pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun ancaman badai tropis lainnya.

Sementara itu, AKBP Dwiasi saat dikonfirmasi oleh tim redaksi menuturkan, apel ini merupakan momentum yang tepat bagi satuan pelaksana penanggulangan bencana untuk melakukan sinergi dan konsolidasi.

“Kita tahu bahwa bencana alam merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. namun kita bisa melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak- dampak yang akan timbul dari bencana tersebut.” Ucap AKBP Dwiasi

Masih kata AKBP Dwiasi, apel ini juga menjadi bukti komitmen kita bersama dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana alam serta untuk memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat yang terdampak bencana yang telah disesuaikan dengan protokol kesehatan sehingga diharapkan penanganan bencana alam tidak menjadi kluster baru dalam penyebaran covid 19.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres, Dandim dan Wakil Bupati berkenan meninjau berbagai peralatan pendukung maupun sarana prasarana penanganan bencana baik yang dimiliki oleh jajaran TNI/Polri, Basarnas, BPBD, Tagana mapun stakeholder lainnya.