Pastikan Stamina Sehat, Polres Trenggalek Gelar Prolanis

Polres Trenggalek – Tugas yang diemban sebagai anggota Polri dengan segala rutinitas dan tanggung jawabnya selaku aparat negara penegak hukum sekaligus pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat tidaklah mudah.

Selain merupakan salah satu profesi yang memiliki resiko tinggi juga mobilitas yang bisa dikatakan tiada henti. Dibutuhkan fisik yang prima dan stamina yang kuat bagi setiap anggota Polri untuk menunaikan tugasnya setiap saat.

Guna mencapai hal tersebut, Sidokkes Polres Trenggalek kerap melakukan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh anggotanya. Tak mau menunggu, Urkes justru menjemput bola turun langsung ke masing-masing Polsek untuk memastikan bahwa setiap personel tidak terkendala akibat gangguan kesehatan sekecil apapun. Jumat, (5/11).

Upaya lainnya adalah seperti yang dilakukan hari ini. Sedikitnya 56 personel dari Polres dan Polsek mengikuti Prolanis atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis. Bertempat di Klinik Pratama Bhayangkara tepatnya di Jl. Panglima Sudirman Trenggalek ini

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan kegiatan Prolanis ini merupakan bagian dari pelayanan Polres Trenggalek untuk menjaga kebugaran dan kesehatan anggota Polres Trenggalek.

“Sebelumnya, Sidokkes juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dengan mendatangi satu persatu Polsek jajaran. Sedangkan kegiatan Prolanis ini dilaksanakan secara periodik.” Ungkap AKBP Dwiasi

Sementara itu, Kasidokkes Kasidokkes Aipda Lukman Hadi, Amd.Kep. menuturkan, tidak semua anggota mengikuti kegiatan Prolanis ini. Personel yang ditunjuk merupakan anggota yang secara usia memang mendekati masa purna tugas serta memiliki riwayat atau pernah mengalami penyakit kronis.

“Jadi, selain pemeriksaan dan laboratorium kesehatan, kita lakukan juga penyuluhan tentang penyakit diabet melitus dan jantung oleh dr. Lilik Rahayu.” Jelasnya

Rangkaian kegiatan Prolanis ini lanjut Aipda Lukman, setelah melakukan absensi, satu persatu anggota di cek terlebih dahulu berat badan, pengukuran lingkar perut dan pengecekan tensi. Setelah itu dilanjutkan dengan pengambilan darah dan urine oleh petugas laboratorium dimana setiap personel telah menjalankan puasa malam terlebih dahulu.