PolresTrenggalek.com
Headline Polres Trenggalek

Konsisten Jaga Kelestarian Alam, Forkopimda Trenggalek Tanam 100 Ribu Pohon Tahap Dua

Polres Trenggalek – Guna menjaga kelestarian alam, Fokopimda Trenggalek yang di inisiasi oleh Polres Trenggalek menggelar aksi tanam 100 ribu pohon tahap ke dua yang di pusatkan di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Jumat (27/1).

Penanaman 100 ribu pohon, dengan mengambil tema ‘Lestarikan alam, wariskan kebaikan’, untuk tahap pertama dilaksanakan di Konang, Kecamatan Panggul. Sedangkan tahap ke dua di gelar dan dipusatkan di Desa Tegaren, Tugu. Kegiatan ini juga digelar secara serentak se-Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, kegiatan penanaman 100 ribu pohon ini merupakan wujud dan kepedulian Polres Trenggalek terhadap kelestarian lingkungan.

“Total bibit yang kita tanam berjumlah 100 ribu terdiri dari mangrove, tanaman keras produktif dan buah-buahan. Penanaman dilakukan secara serentak di 14 Kecamatan se-Kabupaten Trenggalek,” ungkapnya.

Disampaikan AKBP Dwiasi, adapun tujuan penanaman pohon di area wisata Banyu Lumut, Desa Tegaren, Tugu ini, selain langkah mencegah bencana alam juga sebagai upaya merintis wisata di Kecamatan Tugu. Sedangkan untuk jangka panjangnya adalah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Selain itu reboisasi ini, juga bertujuan untuk menjaga kelestarian alam sekaligus edukasi cinta lingkungan kepada masyarakat dan generasi muda serta pencegahan dan mitigasi bencana alam banjir dan tanah longsor.

“Kegiatan tidak berhenti disini, namun untuk keberlanjutan. Setelah penanaman pohon, tetap dilakukan perawatan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan apresiasi atas inisiasi Polres Trenggalek dengan menggelar penanaman 100 ribu pohon dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi.

Dalam kesempatan itu Bupati Arifin juga mengimbau kepada masyarakat, untuk menanam satu pohon perorang minimal satu tahun sekali dan itu di sesuaikan kultur wilayah.

“Sehingga dengan demikian kedepan bisa ambil manfaatnya. Seperti buahnya bisa diolah, kemudian bambu bisa digunakan untuk sandang, pangan, papan maupun kontruksi dan lainnya. Jadi harapannya perekonomian Trenggalek ini berbasis ekonomi hijau” terangnya.

Bupati Arifin juga menjelaskan, pada tahun 2030 mendatang Indonesia berupaya mewujudkan ekonomi yang lebih hijau melalui pembangunan rendah karbon.

“Untuk itu perlu ada komitmen bersama dalam menekan emisi karbon sebagai upaya menurunkan suhu bumi dengan secara bersama-sama menjaga ekosistem penghasil oksigen,” jelasnya.

Ditambahkan Bupati Arifin, kegiatan ini melanjutkan komitmen Presiden RI kepada dunia di forum COP26, dalam berkontribusi terhadap pengatasan climate change salah satunya di Indonesia bagaimana karbon bisa rendah dan oksigen melimpah. Salah satunya, harus menanam pohon karena pohon sumber oksigen.

baca juga :

24 Putra/Putri Terbaik Trenggalek Lulus Seleksi Anggota Polri, 1 Diantaranya Akpol

Wadahi Atlit Judo, Polres Trenggalek Rintis Berdirinya PJSI dan PJB

Adhis Polres Trenggalek

Tatap Muka Bersama Kru Angkutan Umum, Polantas Trenggalek Ingatkan Prokes dan Larangan Mudik

polrestrenggalek
@2021 Polres Trenggalek