Polrestrenggalek.com
Polres Trenggalek

Subuh Keliling di Masjid Agung Baiturrahman, Kapolres Trenggalek Tegaskan Komimen Polisi Bersama Masyarakat

Polres Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek terus berkomitmen untuk senantiasa hadir, mendengar, dan menyapa serta menyerap aspirasi masyarakat. Komitmen tersebut merupakan implementasi dari tagline Polisi Bersama Masyarakat sebagai sarana mendekatkan dengan masyarakat yang tujuan akhirnya adalah menjaga Kamtibmas yang kondusif.” Pungkasnya.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., saat memimpin kegiatan subuh keliling (Suling) bersama sejumlah pejabat utama di masjid agung Baiturrahman, Kabupaten Trenggalek. Sabtu, (24/10).

“Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Hadir disini bukan sekadar ada, tetapi juga berinteraksi, membangun kedekatan tanpa sekat dan tentunya membantu setiap kesulitan masyarakat dan memberikan solusi konkret.” Ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut AKBP Rizky menegaskan, peran aktif masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif. Kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi modal utama dalam mengelola keamanan secara kolektif, sehingga kondusivitas tetap terjaga dan aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan baik.

“Polisi tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kontribusi positif dari semua elemen masyarakat. Termasuk para tokoh agama, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda.” Ungkpnya.

Dihadapan para jemaah yang hadir, AKBP Rizky menyampaikan beberapa hal terkait dengan perkembangan dan dinamika Kamtibmas terkini khususnya yang kerap terjadi di Kabupaten Trenggalek berikut tips menangkal aksi kriminalitas atau kejahatan.

“Aktifkan kembali Siskamling, Tumbuhkan kepedulian bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Dimulai dari diri sendiri dengan mengamankan lingkungan keluarga kemudlian berkembang ke lingkungan RT/RW dan seterusnya.” Ujarnya.

Dewasa ini, fenomena media sosial menjadi salah satu tren di kalangan masyarakat terutama generasi muda. Dibalik kecanggihan teknologi dan komunikasi tersebut turut membawa dampak negatif yang perlu menjadi perhatian.

Maraknya unggahan yang bersifat provokatif, adu domba, memecah belah bangsa, saling caci maki dan ujaran kebencian mengatasnamakan kebebasan yang mengerah pada polarisasi dan disintegrasi bangsa harus bisa dicegah sedini mungkin.

“Selalu cek and rechek, tabayyun terhadap setiap informasi yang diterima. Tidak semua apa yang kita lihat, kita baca di media sosial adalah sebuah kebenaran.” Imbuhnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, beberapa waktu terakhir, Polri telah mengamankan 1,16 Ton Ketamin yang merupakan bahan dasar Narkoba senilai Rp 3,48 T. Ini membuktikan bahwa Kejahatan Narkoba masih menjadi momok dan harus diperangi bersama-sama dengan tidak membuka ruang dmaupun kesempatan bagi para pelaku atau pengedar Narkoba.

Pihaknya meminta agar jemaah senantiasa mengawasi pergaulan anak-anak serta memberikan perhatian terhadap perubahan sekecil apapun. Demikian pula jajaran kepolisian, terus bergerak melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif serta menindak tegas terhadap pelaku kejahatan Narkoba.

“Anak-anak kita adalah generasi masa depan bangsa. Kita jaga bersama dan jauhkan dari bahaya Narkoba.” Pungkasnya.